Harga Ayam dan Daging Sapi Pimpin Kenaikan

Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Inpres Serdang, Jakarta Pusat, harga ayam dan dagi...
selengkapnya...

KBM di SD Negeri Sima Tak Jalan

Kepsek Piter : KBM Tak Jalan Lantaran Persoalan Diskomunikasi, Fasilitas dan Politik Sosial NABIRE – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekol...
selengkapnya...

Mulai Jumat Nanti BlackBerry Dilarang

Efektif mulai Jumat pekan ini, Arab Saudi memerintahkan operator seluler untuk menghentikan layanan BlackBerry di seluruh wilayah mereka. Ini mena...
selengkapnya...

Kopi Murni Moanemani Siap Menuju Papuabica

NABIRE-Kopi murni Moanemani yang sudah lama punah, kini melalui Yayasan Bina Mandiri Utama (Yabimu), sudah mulai mempersiapkan berbagai hal guna m...
selengkapnya...

12 Pemain Persinab Masuk Pra PON Papua

 JAYAPURA – Perburuan pemain-pemain muda yang akan mengikuti seleksi Pra-PON telah berlangsung selama hampir empat bulan. Hasilnya, 129 pemai...
selengkapnya...

Dinas Pertanian Dogiyai Bagi Bibit Ikan Nila

DOGIYAI – Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dogiyai membagikan bibit ikan nila kepada warga Moanemani. Bibit ikan nila dan ik...
selengkapnya...

Bomomani Dibangun PLTA Berkekuatan 150 Mega Watt

MAPIA – Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dibangun di Bomoanai Distrik Mapia berkekuatan 150 mega watt. PLTA ini mulai dibangun sejak ...
selengkapnya...

Norbert Mote: Karateker Papua Tengah Tergantung Gubernur

NABIRE - Ketua tim sukses perjuangan Provinsi Papua Tengah, Norbert Mote belum lama ini mengungkapkan bahwa siapa saja bisa menjadi karateker gu...
selengkapnya...

Pelabuhan Laut Jayapura, Terburuk di Tanah Papua

JAYAPURA-Sungguh amat disayangkan bila pengaturan di pintu masuk pelabuhan hingga mau masuk di pintu kapal berbelit-belit dan merepotkan penumpang dan pengantar pengunjung. Tidak seperti pelabuhan lain di tanah Papua, pelabuhan laut Jayapura sungguh sangat kacau dan hal itu memudahkan bagi maling untuk mencuri barang-barang penumpang dan pengantar pengunjung.

Menurut Suwarno, penumpang tujuan Jayapura - Jawa, pelabuhan semacam demikian bisa dimanfaatkan oleh jaringan pencuri yang sekarang semakin marak tumbuh di tanah air. “Jaringan-jaringan pencuri tersebut sudah diatur rapi dengan petugas di pelabuhan sehingga sangat susah untuk diberantas”, ujar Suwarno yang HP-nya baru saja dicopot di pelabuhan Jayapuran sebelum naik kapal Labobar.

Suwarno merasa kesal dengan pengaturan demikian. Menurutnya, dari pintu masuk hingga di kapal cukup sekali pemeriksaan. Petugas cukup mengatur penumpang dan pengantar pengunjung agar antre dengan rapi. Tetapi yang terjadi di pelabuhan Jayapura, petugas memeriksa penumpang hampir empat titik. Dipintu masuk, pintu masuk kedua dan didepan pintu kapal.

Suwarno mempertanyakan, pemeriksaan banyak-banyak itu gunanya apa. Dalam keadaan orang banyak, petugas tidak perlu merepotkan penumpang karena selain mereka membawa barang-barang bawaan, ada juga penumpang yang membawa anak kecil sementara itu petugas memaksa agar penumpang tunjukan tiket.

“Ini pelayanan yang sangat amat buruk. Petugas tidak perlu merepotkan penumpang tetapi cukup mengatur agar penumpang antre dengan rapi agar tidak saling mendorong. Sebab tidak mungkin pengantar pengunjung ikut berangkat sama-sama dan tidak pernah ada cerita sebuah kapal tenggelam di pelabuhan akibat banyaknya penumpang / pengantar pengunjung yang naik”, ujar mas Warno.

Dengan nada agak kesal, Suwarno menambahkan bahwa dirinya sangat yakin kalau ada kerja sama antara petugas dan pencuri. Ketika orang berdesak-desak sibuk cari tiket, para maling juga  jalankan misinya dan banyak dompet dan HP yang sirna di pelabuhan Jayapura.

“Coba nanti mas tanya sama teman teman-teman, nanti mereka akan cerita berapa barang yang pernah hilang di pelabuhan Jayapura. Ada yang hilang HP, ada yang hilang dompet, bahkan Leptop sekalipun raup dibawa lari maling”, ujarnya.

Dari pantauan media ini, pemeriksaan yang dilakukan di pintu masuk di Jl Koti wajar-wajar saja, tetapi rombongan petugas yang berdiri menegur penumpang setelah melewati pintu dalam, tetapnya di jalan masuk tengah terlihat sangat merepotkan penumpang. Disitu dari pengakuan banyak orang, terjadi banyak pencurian. Lebih parah lagi karena disitu tidak ada lampu yang dinyalakan dan terlihat dengan sengaja petugas parkir satu peti kemas agar mempersempit penumpang dan dalam keadaan demikian, pencuri jalankan misinya.

“Orang bodoh saja bisa baca dorang punya pengaturan semacam demikian. Jadi saya harap mas tulis informasi ini dikoran agar Kapolresta, KP3 dan Pelni Jayapura serta intansi berwenang baca berita dan mengatur dengan baik pelabuhan Holandia tersebut”, ajak Suwarno agar segera diberitakan. (nd)

Hits: 158
Komentar (2)Add Comment
0
Dua puluh Tahun Kapal Penumpang ( Kapal Putih ) tidak sandar lagi di pelabuhan jayapura
Dikomentari oleh frederick s howay, July 28, 2010
Mengingat karena daerah di sekitar depan kayu pulau dan kayu batu telah mengalami pendangkalan akibat erosi oleh agen air sungai dan abrasi pantai yang sangat tinggi. Oleh sebab itu pemerintah provinsi papu mengambil kebijakan tentang hal tersebut, jangan hanya mengingat kepentingan politik mendatang.
0
Kenapa Begitu,................???
Dikomentari oleh Albax Agamani Badii, July 31, 2010
kenapa ini harus terjadi,...........?????


mari kita jawab bersama dengan memperhatikan daerah kita yang belum terlanjur,.....................!!!!

Tulis Komentar Anda
kecilkan layar | besarkan layar

busy
 

YANG TERLINTAS DI BENAK ANDA!

 

 

SELAMAT MEMASUKI

BULAN PUASA

KOMENTAR OPINI

Douw : Merakyat Dalam Pengabdian Menuju Kursi Bupati (3 comments) Wednesday, 08 September 2010
Perpanjangan Lapter Nabire, Jawaban Akan Kebutuhan Transportasi Di Papua Tengah (16 comments) Sunday, 05 September 2010
Papua (Nabire) Tanah Damai Demokrasi Menjamin Perbedaan-Kedamaian (4 comments) Saturday, 04 September 2010
Dibalik Munculnya Generasi Muda di Panggung Politik Dogiyai (8 comments) Thursday, 05 August 2010
Menanti Kabinet Douw-Magai (5 comments) Tuesday, 06 July 2010
Calon Bupati Dogiyai dan Ekonomi Kerakyatan (Belajar dari Para Pemimpin Pro-Rakyat) (21 comments) Tuesday, 15 June 2010
Uang sebagai Anugerah atau Bencana? (2 comments) Thursday, 10 June 2010
Elite Birokrat Virus Pilkada Dogiyai (9 comments) Wednesday, 09 June 2010
Wajah Birokrasi di Paniai (1 comments) Wednesday, 02 June 2010
Dogiyai Bukan Panggung Perseteruan Para Politisi dan Birokrat (2 comments) Saturday, 15 May 2010
Tahun 2015, Tanah Gambut di Lembah Kamuu Akan Menjadi Kayu Bakar (1 comments) Thursday, 01 April 2010

Kandidat Faforit Bupati Dogiyai

Kandidat Faforit Bupati Dogiyai
 

Kandidat Faforit Wakil Bupati Dogiyai

Kandidat Faforit Wakil Bupati Dogiyai
 

DATA PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini108
mod_vvisit_counterKemarin1599
mod_vvisit_counterMinggu ini3721
mod_vvisit_counterMinggu lalu4661
mod_vvisit_counterBulan ini6932
mod_vvisit_counterBulan lalu27964
mod_vvisit_counterSeluruhnya175533

We have: 8 guests online
Your IP: 38.107.191.96
 , 
Today: Sep 09, 2010

LOGIN / REGISTRASI


Copyright © 2010 Papuapos Nabire. All Rights Reserved. Adress: Jl Cenderawasih Kelurahan Morgo Kota Lama Nabire. Telp/Fax: (0984) 21892.
Powered by:  Uwapa Globalindo (Global Intermedia Group)