NABIRE - Ajang seleksi para atlet cabang olahraga billiard dibuka oleh ketua Harian Koni Kabupaten Nabire, Paul Mote, S.Sos.,Senin (29/3) di Jalan Banjarmasin Kalisusu Nabire. Dalam sambutannya, Ketua Harian Koni Nabire Peul Mote menegaskan, Koni sekali-kali tidak pernah mencampuri penjariangan atau seleksi atlet.
“Kami ingatkan bahwa Koni Kabupaten Nabire tidak pernah mencampuri seleksi atlet disemua cabang olahraga termasuk billiard. Masalah seleksi kami serahkan sepenuhnya kepada pengurus cabang olahraga. Kami hanya membentuk tim pemantau yang bertugas untuk memantau jalannya seleksi tetapi tim inipun tidak akan mengintervensi seleksi yang dilakukan pengurus cabang olahraga,” tegasnya. Daikatakannya, seleksi atlet di 18 cabang olahraga itu dimaksudkan untuk menjaring atlet yang berprestasi guna diikutkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Papua di Jayapura yang rencananya akan digelar bulan September tahun 2010. Katanya, aturan dan ketentuan yang berlaku diseluruh Indonesia aan diberlakukan dalam seleksi atlet termasuk di Nabire. Dalam kesempatan tersebut Ketua Harian Koni Nabire meminta kepada pengurus cabang olahraga khususnya olahraga billiard agar dalam melakukan seleksi tersebut benar-benar melihat kepada skil, ketrampilan dan presatsi atlet. “Kami minta dalam menyeleksi atlet melihat secara obyektif, melihat ketrampilan dan prestasi atlet dan jangan melihat kepada unsur-unsur lain, jangan melihat karena adanya unsur sanak saudara, famili atau teman,” tuturnya. Dirinya meminta kepada atlet yang nantinya tidak terpilih untuk tidak berkecil hati. “Kami minta kepada yang tidak terpilih jangan berkecil hati, sabar karena msih banyak even-even lain, oleh karena itu tetap berlatih dan bermain untuk meningkatkan prestasi sehingga dikemudian hari dapat terpanggil dan dipilih untuk mengikuti sebuah kejuaraan,” ujarnya. Paul Mote meminta setelah adanya seleksi dan telah terpilih atlet agar meniadakan praduga-praduga yang tidak berdasar karena akan menimbulkan perpecahan dikalangan pengurus cabang dan atlet itu sendiri yang ujung-ujungnya merugikan tim secara keseluruhan. “Hilangkan praduga-praduga yang tidak baik bagi atlet yang tidak terpilih, sebaiknya berlapang dada dan berbesar hati karena dilain kesempatan barangkali akan terpilih sebagai atlet billiard yang akan mewakili Kabupaten Nabire dalam even-even lain diluar daerah,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Harian Koni menyatakan bahwa Koni Kabupaten Nabire menargetkan juara dalam Porprov I Papua di Jayapura. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada seluruh pengurus dan atlet 18 cabang olahraga yang diiuktkan untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar target tersebut dapat terwujud. “Koni Nabire targetkan juara Porprov I Papua, sehingga diharapkan kepada semua Pengcab olahraga untuk mempersiapkan atlet-atletnya semaksimal mungkin agar target yang dicanangkan dapat tercapai,” katanya. Setelah seleksi atlet billiard tersebut dibuka dengan ditandai pemukulan bola pertama oleh Ketua Harian Koni Nabire Paul Mote didampingi Sekretaris Pengcab Peesatuan Olahraga Billirad Seluruh Indonesia (POBSI) Terry Rumayouw,S.Sos dilanjutkan dengan pertandingan eksebisi antara dua atlet billiard yunior Nabire yang pada tahun 2005 mewakili Kabupaten Nabire dalam kejuaraan Kapolda Cup. Pertandingan eksebisi antara pebilliard favorit Kapolda Cup 2005 Okto Rian dan pemain terbaik Kapolda Cup 2005 Aryan Faqih. Setelah pertandingan eksebisi dilanjutkan dengan kejuaraan dalam rangka seleksi atlet billiard dalam rangka Porprov I Papua. (iing elsa)
 |