|
NABIRE - Bertempat di kediaman Senpai Mashuri, Jl. Patriot Batalyon 753/AVT, Sabtu (26/3), Federasi Karate Indonesia (FORKI) Kabupaten Nabire menggelar pertemuan dalam rangka membahas dan mematangkan Rencana anggaran Belanja guna melakukan penjaringan atau seleksi atlet potensial yang akan diikutkan dalam Pekan Olahraga Daerah Provinsi (Porprov) I Papua di Jayapura yang direncanakan akan digelar pada bulan September tahun ini.
Rapat yang dipimpin Ketua Forki Nabire Charles DP.Maniani didampingi sekretasis Drs.Suwardi,M.Si bersama panitia pelaksana penjaringan atlet membahas semua kebutuhan persiapan dan pelaksaan seleksi.Seluruh seksi yang hadir diminta mengajukan kebutuhan dana dan saat itu juga dipekatai forum untuk selanjutnya dana tersebut diserahkan kepada tiap seksi secara terbuka. Dalam rapat disepakati bahwa pelaksanaan pembukaan seleksi atlet akan dilaksanakan pada Sabtu tanggal 3 April 2010 di GOR Kotalama Nabire. Seleksi akan dilaksanakan selama tiga hari dan sebelumnya akan dilaksanakan long march yang diikuti pengurus masing-masing perguruan karate yaiti Ikai, Inkado, Gojuru As, KKI dan Lemkari dengan menyyertakan karatedo-karatedo masing -masing perguruan karate tersebut. Long march rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (1/4). Sementara itu Ketua Forki Kabupaten Nabire Charles Maniai mengatakan dalam seleksi tersebut akan diikuti oleh seluruh karatedo mulai dari usia 8 samapi dengan 21 tahun. Lanjutnya, karatedo-karatedo yunior diikutkan sebagai bahan latihan, sedangkan setelah melakukan seleksi, karatedo usia 18-21 tahun yang terjaring akan masuk tesse diberangkatkan ke Makasar untuk mengikuti latihan. “Kami memilih Makasar, karena daerah itu merupakan barometer yang terbaik diwilayah Indonesia Timur untuk mengukur kemajuan atlet karate Nabire sebelum berlaga di Porprov I Papua bulan September mendatang,” ungkapnya. Charles menambahkan bahwa ada dua ajang kejuaraan bergengsi tingkat nasional dalam bidang olahraga karate yaitu Piala Kasad dan Mendagri.Piala Kasad untuk kelas senior sedangkan Piala Mendagri untuk yunior. Dirinya mengatakan bahwa akan sangat sulit melihat dan mengukur sejauh mana perkembangan dan presatai karatedo-karatedo Kabupaten Nabire bila hanya mengikuti even tingkat daerah. “Hampir semua daerah di Papua ini memiliki karatedo-karatedo yang seimbang, sehingga bila hanya melakukan latihan atau tesse ditingkat daerah akan sulit mengukurnya.Kita harus ikut ajang bergengsi tersebut, atau paling tidak mengikuti tesse di Makasar, karena bila kita dapat berprestasi di dua ajang yang bergengsi tingkat nasional tersebut sudah barang tentu untuk meraih di Porprov mendatang akan sangat terbuka dan untuk mewujudkan target akan lebih mudah,” paparnya. Disamping itu Keua Forki Nabire juga mengatakan bahwa untuk dapat meraih sebuah harapan tidak mungkin dapat terwujud tanpa adanya pembinaan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. “Jangan harap berpresati bila hanya mengandalkan kegiatan attau latihan disaat ada sebuah kejuaraan saja, perlu pembinaan yang kontinyu, berkelanjutan dan berkesinambungan agar dapat berbicara banyak guna mengukir prestsai yang membanggakan.Kita harus banyak berkorban bukanhanya menggantungkan harapan kepada pemerintah,” terangnya. Namun demikian, Charles berharap perhatian pemerintah daerah untuk memajukan dunia olahraga bukan dengan memberikan dana tetapi memberikan pekerjaan. Dinyatakannya, tugas yang diemban pengurus Forki Nabire kali ini sangat berat karena karate merupakan cabang olehraga yang diprioritaskan dalam Porprov I Papua di Jayapura untuk meraih prestasi demi membawa nama harum Kabupaten Nabire. “Bukan tugas yang ringan bagi Forki, bahkan sangat berat karena karate masuk cabang prioritas, kami diberi tanggungjawab oleh Ketua Umum Koni Nabire untuk mempersembahkan medali emas di Porprov I Nanti,” ungkapnya. “Namun walau bagaimana beratnya tanggungjawab yang diemban, kami dari Forki akan berupaya semaksimal mungkin, kami akan membuktikan bahwa karate merupakan cabang yang pantas dirioritaskan dan diharapkan membawa pulang medali emas.Kami butuh dukungan semuanya, dukungan baik moral maupun spiritual dari seluruh komponen masyarakat Nabire, kami minta kepada semua masyarakat Nabire memberikan support agar tanggungjawab yang dibebankan dipundak kami bias diwujudkan,” tegasnya.. Sementara itu ketua panitia seleksi Senpai Mashuri mengatakan meminta kepada masing-masing perguruan untuk mengecek semua kesiapa atletnya, menyiapkan administrasi saat pendaftaran yaitu akte kelahiran dan foto copi ijazah disertai ijazah asli serta kelengkapan atlet. Dirinya juga meminta kepada panitia untuk mempersiapkan segala sesuatunya sampai pelaksanaan seleksi atlet karate berjalan lancar dan baik. Terkait dana yang sudah dibagikan kepada masing-masing seksi agar dipergunakan secara baik dan semaksimal mungkin. “Kami sudah bagikan dana kepada masing-masing seksi secara transparan tanpa ada yang ditutupi, pergunakan dengan baik, semaksimal mungkin agar dana yang sangat terbatas ini dapat dioptimalkan guna terlaksananya pelaksanaan penjaringan atlet,” ungkapnya. Rapat tersebut juga menyepakati waktu dalam pelaksanaan, dimana tanggal 29 Maret untuk long march dilanjutkan pendaftaran atlet, penimbangan berat badandan technical meeting serta penyegaran wasit dan juri tanggal 2 April, pembukaan seleksi tanggal 3 April. (iing elsa)
 |