|
NABIRE - Masih saja terjadi pro kontra dengan Musyawarah Umum Anggota (MUA) Mahasiswa Moni dan Intelektual yang berlangsung selama tiga hari, sejak Senin (26/7). Mahasiswa Moni dari kota studi Manokwari dan Jayapura masih saja tak setuju untuk melakukan pembentukan badan yang akan mempersatukan perjuangan mahasiswa Moni se Indonesia.
Luapan ketidaksetujuan mahasiswa Moni dari Jayapura dan Manokwari ini masih terjadi pada Selasa (27/7) pagi menjelang pelaksanaan pembentukan badan yang akan mempersatukan elemen mahasiswa Moni dan memperjuangkan hak-haknya, termasuk membela hak-hak dari masyarakat Moni. Aksi protes itu juga nampak pada Selasa pagi di depan Kantor Pemberdayaan Perempuan, lokasi diadakannya seminar dan pembentukan formatur untuk pembentukan organisasi kemahasiswaa ekstra kurikuler tersebut. Pro kontra yang mengarah pada kekerasan fisik tersebut berhasil diredam oleh kepolisian. Ketua Panitia MUA Mahasiswa dan Intelektual Moni, Marthen Tipagau saat dihubungi melalui telepon, Selasa (27/7) malam mengatakan walaupun ada sebagian kecil yang masih protes dan tidak setuju untuk melaksanakan kegiatan pemilihan badan pengurus mahasiswa Moni, namun kini sudah bersatu dan tetap melaksanakan kegiatan sesuai dengan agenda awal. “Semua, kami sudah merapatkan barisan dan sekarang kita lanjutkan tahapan untuk pemilihan badan pengurus,” jelasnya melalui telepon. Menurut Tipagau, sesuai dengan agenda pertama, hari kedua merupakan awal pembentukan badan pengurus dengan membentuk badan formatur, menyusun dan menetapkan tata tertib serta menyusun komite-komite. Pada hari ketiga, komite akan menyampaikan pandangan lalu pada sore hari akan dilanjutkan dengan pemilihan badan pengurus. Seperti diberitakan media ini, pelaksanaan MUA dan pembentukan badan pengurus ini ditentang oleh mahasiswa Moni dari kota studi Jayapura dan Manokwari. Penolakan tersebut ditandai dengan palang pintu masuk Aula BKKBN, tempat dilaksanannya MUA pertama. Namun, setelah dimediasi Polres Nabire, mahasiswa yang menilak untuk pelaksanaan MUA akhir membolehkan pelaksanaan seminar dengan catatan tidak ada lagi pembicaraan soal pembentukan badan pengurus. Namun, sejak selesai seminar, sore harinya panitia mendekati kelompok mahasiswa yang menolak pelaksanaan pembentukan badan pengurus. Menurut sumber dari panitia, sebagian besar sudah setuju untuk dilaksanakan pembentukan badan pengurus. Hanya satu dua orang yang masih tidak setuju digelar rapat untuk pembentukan badan pengurus mahasiswa Moni se Indonesia. (ans)
 |