|
NABIRE - Sebanyak 20 warga Dusun Rawawudo Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi kini sedang mengikuti kegiatan kursus kontak tani yang dilaksanakan Kantor Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Nabire.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, secara resmi telah dibuka Sekertaris BPPKP Kabupaten Nabire, Daud Buiney, S.Sos, Selasa (27/7). Dan dilanjutkan dengan penyajian materi yang disampaikan para penyaji materi yang telah hadir berdasarkan jadwal yang telah disiapkan. Sementara tujuan dari kursus ini adalah meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) dari pada para petani. Agar kelak para petani ini bisa berkembang dan maju dalam bidang pertanian agrobisnis. Dan ini merupakan sistim penyuluhan pertanian, suatu sistim pengembangan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani beserta keluarganya dan pelaku usaha pertanian lainnya melalui proses pembelajaran dan sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya. Karena sejalan dengan revitalisasi penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan maka Departemen Pertanian telah menetapkan visi pembangunan pertanian sebagai upaya terwujudnya pertanian yang tangguh untuk pemantapan ketahanan peningkatan kesejahteraan petani. Dan untuk mewujudkan revitalisasi pertanian diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkwalitas dengan ciri mandiri, profesional, berjiwa wirausaha,mempunyai dedikasi, etos kerja, disiplin dan moral yang tinggi serta berwawasan global. Hal ini tentunya sejalan dengan visi pertanian Kabupaten Nabire. Maka diharapkan terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Nabire pada tahun 2014 melalui sistim pembangunan penyuluhan dan ketahanan pangan yang tangguh, produktif dan berbasis sumberdaya lokal. Karena dari arah dan kebijakan visi dan misi itu diharapkan perekonomian Kabupaten Nabire diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan dan pemerataan. Dalam rangka penanggulangan kemiskinan yang didukung dengan prasarana penyuluhan yang berkesinambungan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan sehingga masyarakat Nabire secara perlahan dapat menuju kemandirian. Selain itu perekonomian yang berbasis kerakyatan dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA). Sehingga landasan untuk membangun perekonomian daerah dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat. Sehingga kebijakan dalam peningkatan kemampuan petani serta pelaku pertanian, perikanan dan kehutanan dalam penguatan kelembagaan yang diarahkan untuk revitalisasi penyuluhan dan pendampingan petani, menghidupkan dan memperkuat lembaga pertanian, perikanan, kehutanan yang ada di pedesaan, meningkatkan kemampuan SDM pertanian, perikanan dan kehutanan dan menata pertanian dan tata ruang wilayah. (erens e. rumbobiar)
 |