Harga Ayam dan Daging Sapi Pimpin Kenaikan

Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Inpres Serdang, Jakarta Pusat, harga ayam dan dagi...
selengkapnya...

KBM di SD Negeri Sima Tak Jalan

Kepsek Piter : KBM Tak Jalan Lantaran Persoalan Diskomunikasi, Fasilitas dan Politik Sosial NABIRE – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekol...
selengkapnya...

Mulai Jumat Nanti BlackBerry Dilarang

Efektif mulai Jumat pekan ini, Arab Saudi memerintahkan operator seluler untuk menghentikan layanan BlackBerry di seluruh wilayah mereka. Ini mena...
selengkapnya...

Kopi Murni Moanemani Siap Menuju Papuabica

NABIRE-Kopi murni Moanemani yang sudah lama punah, kini melalui Yayasan Bina Mandiri Utama (Yabimu), sudah mulai mempersiapkan berbagai hal guna m...
selengkapnya...

12 Pemain Persinab Masuk Pra PON Papua

 JAYAPURA – Perburuan pemain-pemain muda yang akan mengikuti seleksi Pra-PON telah berlangsung selama hampir empat bulan. Hasilnya, 129 pemai...
selengkapnya...

Dinas Pertanian Dogiyai Bagi Bibit Ikan Nila

DOGIYAI – Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dogiyai membagikan bibit ikan nila kepada warga Moanemani. Bibit ikan nila dan ik...
selengkapnya...

Bomomani Dibangun PLTA Berkekuatan 150 Mega Watt

MAPIA – Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dibangun di Bomoanai Distrik Mapia berkekuatan 150 mega watt. PLTA ini mulai dibangun sejak ...
selengkapnya...

Norbert Mote: Karateker Papua Tengah Tergantung Gubernur

NABIRE - Ketua tim sukses perjuangan Provinsi Papua Tengah, Norbert Mote belum lama ini mengungkapkan bahwa siapa saja bisa menjadi karateker gu...
selengkapnya...

Sejumlah Warga Pertanyakan Proyek Normalisasi Kali Wanggar PDF Print E-mail
Written by Mr Suroso   
Tuesday, 27 July 2010 01:26
NABIRE - Sejumlah warga mempertanyakan proyek normalisasi dan pemasangan bronjong Kali Wanggar yang jebol akibat dilanda banjir beberapa bulan lalu. Sebagian warga menilai bahwa bila proyek tersebut tidak segera terealisasi maka bukan hal yang mustahil warga masyarakat yang tinggal disepanjang dan sekitar kali tersebut akan kembali menerima akibat bila hujan kembali datang.

Normalisasi yang diharapkan mampu menetralisir jalannya air dan pemasangan bronjong dapat mencegah longsor daerah sekitar justru kembali menjadi sebuah beban bagi masyarakat sekitar. Sementara sebagian warga yang lain mempertanyakan keberadaan proyek besar tersebut dari segi aturan.

Menurut sebagian dari mereka proses lelang atau tender normalisasi dan pemasangan bronjong Kali Wanggar telah menyalahi aturan seperti yang termuat dalam Kepres Nomor 80 Tahun 2003. Tender yang dilaksanakan terkesan hanya sekedar formalitas, proses lelang terkesan dibuat-buat yang padahal merupakan penunjukkan.

Dalam pekerjaannya pun proyek tersebut sempat tersendat, kemajuan pekerjaan proyek juga terkesan lamban dan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Bahkan menurut informasi pihak pengusaha atau kontraktor telah diberikan surat teguran karena pekerjaan proyek tersebut seringkali lewat batas waktu yang ditentukan.

Kini proyek yang dibilang semi raksasa untuk ukuran Kabupaten Nabire belum ada kejelasannya.

Banjir yang meluluhlantahkan proyek tersebut telah mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit. Lalu pertanyaannya tanggung jawab siapa penyelesaian proyek tersebut.

Sebagain masyarakat meminta agar pihak-pihak yang terkait dapat memperhatikan dengan serius terkait jebolnya proyek tersebut.

Sebagian masyarakat ada yang menilai bahwa jebolnya proyek kususnya pemasangan bornjong yang jebol karena terseret banjir besar bukan salah kontraktor tetapi merupakan musibah alam yang tidak bisa dihindari.

“Kita tidak bisa salahkan kontraktor begitu saja, siapapun tentunya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi ini karena sebuah musibah, banjir besar yang melanda proyek tersebut yang mengakibatkan jebol bukan salah yang menggarap. Siapa sih yang menyangka akan adanya musibah seperti itu,” tuturnya.

Sebagian masyarakat menilai bahwa pekerjaan proyek tersebut banyak yang keliru sehingga dengan mudah dapat disapu oleh air termasuk banjir.

Katanya, seharusnya kontraktor tersebut dapat memperkirakan akibat apa saja yang akan terjadi termasuk adanya air besar karena banjir, pemasangan bronjong diharapkan dapat mencegah erosi di daerah sekitar namun yang terjadi justru malah hancur dihantam air.

Sebagian warga lainnya menyatakan bahwa terkait hal itu diserahkan saja kepada pihak yang berwenang bagaimana menyelesaikannya yang pada muaranya masyarakat tidak lagi menanggung derita akibat banjir.

Katanya, bila dalam proyek tersebut memang ada peyimpangan serahkan saja kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya.

“Semua itu harus dibuktikan dahulu apakah ada yang salah dalam proyek tersebut. Apakah benar bahwa dari awal prosesnya tidak benar, apakah benar sesuai aturan lelang atau penunjukkan, apakah dana yang telah dikucurkan sesuai dengan kemajuan pekerjaan, apakah jebolnya proyek tersebut akibat pekerjaan yang tidak sesuai ataukah murni karena bencana alam berupa banjir.Kita serahkan kepada pihak berwajib untuk menyelidikinya dan mengusutnya hingga tuntas,” terangnya.

Sebagian warga ada yang menyatakan dukungan kepada pihak kepolisian untuk dapat menuntaskan kasus tersebut.

“Kami setuju dan memberi dukungan penuh terhadap pihak kepolisian resort (Polres) Nabire yang sedang melakukan penyelidikan kasus ini. Kami berharap pihak kepolisian bertindak serius dalam menangani kasus ini, semoga semuanya dapat segera terungkap kebenarannya,” harap mereka. (iing elsa)

Hits: 16
Komentar (0)Add Comment

Tulis Komentar Anda
kecilkan layar | besarkan layar

busy
 

YANG TERLINTAS DI BENAK ANDA!

 

 

SELAMAT MEMASUKI

BULAN PUASA

KOMENTAR OPINI

Douw : Merakyat Dalam Pengabdian Menuju Kursi Bupati (3 comments) Wednesday, 08 September 2010
Perpanjangan Lapter Nabire, Jawaban Akan Kebutuhan Transportasi Di Papua Tengah (16 comments) Sunday, 05 September 2010
Papua (Nabire) Tanah Damai Demokrasi Menjamin Perbedaan-Kedamaian (4 comments) Saturday, 04 September 2010
Dibalik Munculnya Generasi Muda di Panggung Politik Dogiyai (8 comments) Thursday, 05 August 2010
Menanti Kabinet Douw-Magai (5 comments) Tuesday, 06 July 2010
Calon Bupati Dogiyai dan Ekonomi Kerakyatan (Belajar dari Para Pemimpin Pro-Rakyat) (21 comments) Tuesday, 15 June 2010
Uang sebagai Anugerah atau Bencana? (2 comments) Thursday, 10 June 2010
Elite Birokrat Virus Pilkada Dogiyai (9 comments) Wednesday, 09 June 2010
Wajah Birokrasi di Paniai (1 comments) Wednesday, 02 June 2010
Dogiyai Bukan Panggung Perseteruan Para Politisi dan Birokrat (2 comments) Saturday, 15 May 2010
Tahun 2015, Tanah Gambut di Lembah Kamuu Akan Menjadi Kayu Bakar (1 comments) Thursday, 01 April 2010

Kandidat Faforit Bupati Dogiyai

Kandidat Faforit Bupati Dogiyai
 

Kandidat Faforit Wakil Bupati Dogiyai

Kandidat Faforit Wakil Bupati Dogiyai
 

DATA PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini99
mod_vvisit_counterKemarin1599
mod_vvisit_counterMinggu ini3712
mod_vvisit_counterMinggu lalu4661
mod_vvisit_counterBulan ini6923
mod_vvisit_counterBulan lalu27964
mod_vvisit_counterSeluruhnya175524

We have: 8 guests online
Your IP: 38.107.191.99
 , 
Today: Sep 09, 2010

LOGIN / REGISTRASI


Copyright © 2010 Papuapos Nabire. All Rights Reserved. Adress: Jl Cenderawasih Kelurahan Morgo Kota Lama Nabire. Telp/Fax: (0984) 21892.
Powered by: